Bersama BSI Dukung Ekonomi Nelayan RI untuk Menyongsong SDGs 2030

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda pembangunan berkelanjutan yang disepakati oleh seluruh negara di dunia melalui sidang PBB ke- 70 pada tahun 2015 lalu. Dalam agenda tersebut disepakati 17 tujuan dan 169 sasaran, yang mulai berlaku sejak tahun 2016 hingga 2030.

Dalam tujuan yang disepakati, ekonomi menjadi salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yakni pada poin ke-8 ‘Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’.

Di Indonesia sendiri, beberapa sektor penunjang pertumbuhan ekonomi nasional dioptimalkan dengan targetan- targetan tertentu setiap tahunnya, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, di antaranya sektor kelautan, pertanian, perdagangan dan sektor-sektor lain yang menunjang serta diunggulkan karena kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

‘Nenek moyangku seorang pelaut’ itulah sepenggal syair yang mengisyaratkan bangsa Indonesia yang sudah sejak lama mengarungi ganasnya lautan untuk memanen kekayaan sumber daya alam di negeri ini. Indonesia seperti surga dengan kekayaan lautnya yang melimpah sehingga sampai saat ini dijuluki sebagai negara maritim.

Bahkan 60% dari penduduk Indonesia bermukim dan bermata pencaharian pada sektor kelautan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki modal potensi kelautan bidang perikanan yang melimpah untuk pembangunan nasional.

Kepmen KP RI No. 47 Tahun 2016 menyebutkan bahwa sumber daya perikanan laut di Indonesia cukup besar yang tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan dengan potensi lestari pemanfaatan sebesar 9,23 juta ton pertahun, juga menyebutkan bahwa potensi kelautan perikanan di laut Indonesia sangat besar sehingga harus dimanfaatkan secara efisien agar dapat meningkatkan devisa dari sektor kelautan.

Melalui sumber daya laut yang dimiliki sudah seharusnya negara kepulauan seperti Indonesia dapat membangun dan mensejahterakan masyarakatnya terutama dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor kelautan bidang perikanan.

Permasalahan Ekonomi Pada Nelayan di Indonesia

Akan tetapi data di lapangan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Nasional (2020) menyebutkan sektor kelautan bidang perikanan kinerjanya sedang mengalami kontraksi terhadap PDB perekonomian nasional.

Pada triwulan II-2019 sektor kelautan bidang perikanan tumbuh sebesar 6,24 persen, namun pada tahun selanjutnya di triwulan II-2020 anjlok hingga 0,63 persen.

Turunnya angka ini tentunya bukan tanpa sebab, jika ditilik ke belakang dengan potensi yang dimiliki, rupanya Indonesia masih memberikan sumbangsih PDB yang kecil terhadap perekonomian nasional dari hasil sektor kelautan bidang perikanan.

Pada tahun 2020 saja sektor kelautan bidang perikanan hanya mampu memberikan PDB sekitar 15,46 persen terhadap perekonomian nasional, tentu angka ini masih jauh jika dibandingkan dengan potensi perikanan kelautan yang dimiliki.

Sektor PDB tidak sebanding dengan sektor kelautan dengan potensi sumber daya yang dimiliki salah satu faktornya adalah kurangnya pembinaan, dan wadah bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan untuk meningkatkan kualitas profesinya.

Padahal jika hal tersebut dioptimalkan akan mampu mendukung untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan yang berkelanjutan dalam pencapaian SDGs 2030.

Lebih lanjut, upayanya akan lebih optimal jika dilakukan dengan integrasi sistem modern melibatkan teknologi terbarukan yang berkembang sehingga adaptif dengan kebutuhan saat ini.

Berbagai permasalahan yang sudah terjadi tersebut kemudian ditambah kompleks dengan munculnya pandemi COVID-19. Dampak yang paling dirasakan yakni oleh pelaku usaha perikanan tangkap seperti nelayan dan pemasar produk perikanan tangkap, yaitu harga ikan yang mengalami penurunan, biaya operasional yang semakin tinggi, hasil perikanan tangkap yang sulit untuk dijual karena terbatasnya akses transportasi dan physical distancing serta karantina wilayah di beberapa daerah.

Sehingga banyak pasar dan restoran-restoran yang tutup atau membatasi waktu operasionalnya, yang mengakibatkan turunnya permintaan produk perikanan tangkap. Padahal, sebelum adanya pandemi COVID-19, pihak pedagang (tengkulak) sudah memegang peran yang besar pada kegiatan ekonomi nelayan.

Kondisi ini dapat dijumpai pada masyarakat nelayan tangkap di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat nelayan membentuk hubungan patron klien antara pedagang (patron) dan nelayan (klien).

Dengan adanya hubungan ini, sesungguhnya nelayan berada pada posisi yang dirugikan karena ikan hasil tangkapan harus dijual kepada pedagang dengan harga yang ditetapkan secara sepihak oleh pedagang. Pada akhirnya, nelayan memiliki pendapatan yang rendah.

Kontribusi BSI untuk mendukung Ekonomi Nelayan

Dengan memperhatikan berbagai permasalahan yang terjadi di sektor kelautan bidang perikanan, terutama yang dirasakan oleh para nelayan sebagai subjek yang berperan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas perekonomian pada sektor kelautan bidang perikanan.

Maka bersama Bank BSI upaya yang diberikan berupa wadah pemberdayaan praktis, pemberian stimulus informasi, wadah pemasaran yang tidak merugikan salah satu pihak dan adaptif dengan situasi serta kebutuhan di era new normal.

Selain itu juga harus bersifat stimulus peningkatan manajerial perekonomian profesi nelayan hingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan dibarengi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan berkelanjutan dalam mencapai SDGs 2030 di era new normal saat ini.

Kolaborasi yang diberikan bersama Bank BSI bisa berupa pembelajaran dan pembiayaan kepada para nelayan, serta membantu para nelayan untuk memudahkan dalam mengolah hasil nelayannya.

Sehingga selain akan memberikan dampak yang signifikan juga akan memberikan wadah yang tepat untuk memberikan keleluasaan dalam mengolah dan memasarkan informasi penjualan bersama Bank BSI melalui fitur fitur digital yang ada di dalamnya.

BSI Bersama Nelayan Mempersiapkan SDGs 2030

Sebagai negara kepulauan dengan potensi kelautan yang melimpah, sudah seharusnya Indonesia mengoptimalkan potensi sektor kelautan termasuk bidang perikanan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas perekonomian nasional terutama dalam mencapai Sustainable Development Goals 2030.

Belum optimalnya sektor kelautan bidang perikanan salah satunya disebabkan belum adanya wadah dan pembinaan bagi para nelayan untuk mendapatkan informasi dan bekal yang cukup dalam meningkatkan bidang profesinya. Selain itu, masalah tersebut semakin diperburuk dengan munculnya pandemi COVID-19 yang turut berimbas pada sektor kelautan bidang perikanan termasuk di dalamnya adalah para nelayan sebagai subjek profesi yang menggelutinya.

Oleh karena itu, hadirnya kolaborasi yang ditawarkan oleh Bank BSI kepada Nelayan diharapkan akan menjadi solusi alternatif sebagai wadah informasi, serta peningkatan kualitas dan kuantitas kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan yang berkelanjutan. Sehingga, mampu mendukung pada peningkatan kualitas dan kuantitas perekonomian nasional untuk pencapaian SDGs 2030.

 

news.detik.com/kolom/d-6483135/bersama-bsi-dukung

-ekonomi-nelayan-ri-untuk-menyongsong-sdgs-2030.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses